“Cabenya 5 apa 7 ya? Trus kasi telor apa gak? Enaknya ni bumbu diiris apa diulek sih? Wah, tumben bawang merah sama bawang putih kompak deket-deketan?”

“Bang !!! Kelamaan mikir, masaknya kapan?”

Masa pandemi covid-19 ini memang dahsyat ya. Perilaku dan pasion kita semena-mena dirubahnya. Bayangkan saja, yang namanya anak motor, anak mall, anak malam, anak alay, anak gaul, semua di”paksa” jadi anak rumahan. Plek numpek ngejogrog di rumah. Salah gw apah?

Media pun dipenuhi para motivator dan influencer  yang memberi tips menghadapi kebosanan stay at home ini.  Sebutlah berkebun, beres-beres rumah, belajar menjahit, belajar nge dance, belajar main game, dan memasak. Akhirnya saya coba yang terakhir saja, yaitu : Memasak !!.

Pencarian Menu

Memasak sebenarnya bukan hal baru bagi saya. Kegiatan ini sudah bagian dari kegiatan masa lalu saya sebagai anak kost dan lama melajang. Sejak menikah aktifitas ini diambil alih oleh istri saya. Sesekali saya ikut juga membantu utak atik di dapur. Terutama kalau mencoba menu-menu baru. Menu yang kami coba kebanyakan didapat dari media sosial. Kalau bahannya mudah didapat dan cara membuatnya gampang, kami langsung eksekusi. Seperti menu yang kami coba kali ini, yaitu Nasi Goreng Daun Mengkudu.

Awalnya saya melihat ada beberapa pohon mengkudu yang tumbuh liar disekitar rumah kami. Pohon-pohon mengkudu ini tak ada yang memperdulikan. Lalu saya teringat sebuah postingan kuliner nasi goreng khas Betawi yang menggunakan daun mengkudu. Kenapa tidak saya coba ya?. Wesss..!! dalam waktu singkat, resep pun saya dapat. Dengan segera saya kumpulkan bahan-bahannya. Tentu saja saya yang paling semangat memetik pucuk daun mengkudu. Yuk lanjoot 🙂

Bahan & Bumbu

Nasi goreng daun mengkudu ini bumbunya sama seperti umumnya nasi goreng. Hanya saja diberi daun mengkudu hehe. Kalau versi saya, bahan dan bumbunya sbb :

Bahan-bahan :
– Nasi 2 mangkuk
– Daun mengkudu muda 6 lembar
– Telur 1 butir

Bumbu-bumbu :
– Bawang merah 9 siung
– Bawang putih  3 siung
– Cabe merah 7 buah (sesuai selera)
– Terasi 1 potong di bakar dan dihaluskan
– Garam secukupnya
– Merica secukupnya
– Penyedap (jika suka)

Note : ini untuk 2 porsi



Baca juga : Dari Teluk Jantang, Pantai Saney, Hingga Sunset di Pantai Babah Kuala

Cara Membuat :

– Iris bawang merah, bawang putih dan cabe, lalu di goreng hingga harum.
– Masukkan telur dan di kacau hingga merata.
– Masukkan  nasi dan aduk hingga rata
– Masukkan daun mengkudu yang telah dipotong-potong, lalu aduk lagi hingga rata dan daun mengkudu layu.
– Beri garam, merica, terasi dan penyedap (jika suka), lalu aduk kembali hingga merata.
– Koreksi rasanya ya.
– Nasi goreng daun mengkudu siap dihidangkan.




Nah, gimana sahabat lasak, gampang bukan? Oiya, setelah nasi goreng masak, saya mencoba menata penyajiannya supaya terlihat seperti di restaurant. Begini nih :
– Selagi panas, cetak nasi goreng dengan mangkuk lalu letakkan pada piring.
– Beri tambahan irisan timun dan tomat.
– Kebetulan ada telur asin rebus,  jadi sekalian saya letakkan di tepi nasi goreng, sejajar dengan irisan timun dan tomat.
– Yuk mari kita potret 🙂



Sahabat lasak, kalau diperhatikan, ada sesuatu yang berwarna hijau dan mirip bunga terletak di atas nasi goreng. Benar sekali, itu adalah bunga mengkudu.  Bunga mengkudu ternyata bisa juga dimakan sebagai lalapan. Rasanya agak pahit, tetapi tidak sepahit bunga pepaya.

Bagaimana rasanya?
Daun mengkudu membuat rasa nasi goreng menjadi khas. Tadinya saya fikir rasanya akan pahit, tapi ternyata tidak. Rasanya enak dan membuat ketagihan. Sahabat boleh mencobanya untuk memperkaya cita rasa nasi goreng.

Baca juga : Tuwi Tadui, Green Canyon di Pedalaman Padang Tiji

Sekilas Tentang Manfaat Mengkudu

Sahabat lasak, saya bukanlah ahli gizi, bukan pula pakar kesehatan atau peneliti. Tetapi saya akan mencoba berbagi informasi tentang tanaman mengkudu yang saya dapat dari beberapa referensi.

Mengkudu ini nama ilmiahnya Morinda Citrifolia, L. Cakep bener namanya ya. Tumbuhan ini asli dari Asia Tenggara. Ia termasuk tumbuhan yang tahan hidup di aneka cuaca dan tempat. Di Aceh tanaman ini disebut dengan nama keumeudee, lalu di Jawa dikenal dengan nama pace, dan di Bali dikenal dengan nama tibah. Kalau di kotamu namanya apa?

Saya ingat sekali, dulu ketika masih kecil, setiap dua hari sekali saya mengambil buah mengkudu untuk ibu saya yang menderita stroke. Buah mengkudu ini kami buat jus untuk mengobati hypertensi ibu saya. Dari referensi yang saya baca, tanaman mengkudu mempunyai kandungan protein, vitamin dan mineral. Kandungan ini dibutuhkan oleh tubuh sebagai anti oksidan, anti kanker, anti radang dan anti hipertensi. Selain itu, buah dan daun mengkudu ini bagus buat kulit kita.

Sahabat lasak, besok kita masak apa lagi ya?

Referensi :
1. Cookpad.Com
2. SatuHarapan.com
3. Merdeka.com
4. Wikipedia.org

Selasa, 12 Mei 2020

” Selama pandemi virus Covid-19, jangan lasak dulu ya, di rumah lebih baik”

Kaki Lasak : Travel & Food Blogger




 



Follow Me :
Steemit @kakilasak
Facebook Kaki Lasak
Instagram kaki lasak
Website : kakilasak.com
Youtube : Kaki Lasak Crew
Whatsapp +6282166076131