“Abang lagi di Malang ya?”

“Enggak dek, abang sedang di Aceh”

“Tapi, tu fotonya di kebun apel?”

“Jiah…, di Aceh ada loh kebun apel”

“Halah… bohong !”

Siapa bilang wisata kebun apel hanya ada di Malang?. Di Aceh ada juga loh, namanya Apel Gayo. Sesuai namanya, apel ini dibudidayakan di tanah Gayo, tepatnya di desa Despot Linge, kecamatan Linge, kabupaten Aceh Tengah, provinsi Aceh. Awalmya saya juga tidak percaya ada kebun apel di Aceh, hingga akhirnya saya datang langsung ke kawasan agrowisata kebun apel ini.

 

Gayo Highland

Apel Gayo & Siswanto

Sahabat lasak, bercerita tentang apel Gayo, tidak bisa dipisahkan dengan pria berkumis tebal ini. Adalah pak Siswanto, atau yang biasa dipanggil dengan pak Sis. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 60 tahun yang lalu inilah satu-satunya yang merintis berkebun apel di _Gayohighland. Suami dari ibu Sri Suryati ini merupakan seorang transmigran dari Malang, Jawa Timur ke Aceh pada tahun 1995.

Pak Siswanto

Pada tahun 2000, situasi di Aceh kurang baik karena konflik. Karena merasa kurang aman, para transmigran memutuskan untuk kembali ke Jawa, termasuk keluarga pak Siswanto. Untuk bekal pulang, pak Sis menjual seluruh harta bendanya, termasuk kebun kopi garapannya. Tetapi di Malang pak Sis hanya bertahan +- 4 tahun saja, beliau tidak betah dan ingin kembali ke Aceh. Akhirnya pada bulan september tahun 2004, pak Sis dan keluarganya kembali ke tanah Gayo, Aceh. Saat itu kondisi di Aceh sudah mulai kondusif.

Saat kembali ke Aceh, pak Sis membawa 4 batang bibit pohon apel dari Malang. Pak sis berfikir bahwa Malang dan Gayo mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama daerah dingin. Benar saja, bibit pohon apel tersebut bisa hidup di tanah Gayo. Pak Sis pun kembali membawa 16 bibit pohon apel dari Malang. Meski ada rasa pesimis, tetapi pak Sis merawat bibit apel dengan baik. Ia menjadikan kompos kopi sebagai pupuk. Usaha pak Sis ini pun berbuah manis. Pohon apel pak Sis tumbuh subur dan berbuah. Bahkan buahnya lebih besar dari apel asalnya di Malang. Pada tahun 2008, apel Gayo pak Sis mulai menghasilkan.

Foto dengan pohon Apel

Pak Sis yang hanya belajar bertani secara otodidak ini pun mulai dikenal. Produksi apel Gayo pak Sis, bisa mengangkat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Pak Sis yang tadinya hidup menumpang dan bekerja sebagai penggarap kopi, kini sudah memiliki 2.5 hektar kebun apel.

Baca juga : Sambal Asam untuk Nila Bakar, Mantul !

5 Varietas Apel Gayo

Saat ini ada 5 varietas Apel Gayo yang dibudidayakan oleh pak Sis, yaitu :

1. Apel Manalagi
2. Apel Ana
3. Apel Australia
4. Apel Rumbeauty
5. Apel Wanglin


Panen Apel Gayo


Produksi apel gayo pak Sis masih terbatas. Besarnya peminat apel gayo, membuat pak Sis harus membatasi pengunjung. Sama halnya dengan di Malang, kita bisa makan apel sepuasnya di kebun apel pak Sis. Kita hanya membayar sesuai yang kita bawa pulang. Harga apel gayo cukup bersaing dengan harga apel yang ada di pasaran.

Baca juga : Wisata Sehari, dari Tebing Lamreh hingga Puncak Geurutee

Agrowisata Apel Gayo

Saat ini desa Despot Linge, sudah menjadi tujuan agrowisata kebun apel. Meski demikian, apel tidak selalu tersedia. Jadi sebaiknya kita membuat janji dulu dengan pak Sis. Pada suatu kesempatan, saya membawa 4 orang sahabat saya dari Malaysia ke kebun apel pak Sis. Mereka adalah Amy, Najibah, Sufi dan Noorma. Kami ditemani oleh Syukur, putra asli Gayo. Beruntung saat itu masih ada sisa buah apel yang bisa kami petik.

Bersama Tamu Malaysia

Pak Sis dan istrinya menyambut kedatangan kami dengan ramah. Mereka menjamu kami sambil menceritakan perjuangan mereka menanam apel di tanah Gayo hingga berhasil seperti sekarang ini. Sangat menginspirasi. Selanjutnya kami diajak menuju kebun apel yang berada tepat di belakang rumah pak Sis. Kami sangat antusias melihat pohon apel.

Panen Apel Gayo I


Panen Apel Gayo II

Sahabat lasak, makan buah apel mungkin biasa, tapi menjadi luar biasa jika makan apel hasil memetik langsung dari pohonnya. Apalagi kebun apel ini berada tanah Gayo yang notabene adalah lumbung kopi Aceh.

Minggu, 19 Juli 2020

” Di masa normal baru, tetap jalankan protokol kesehatan “

Kaki Lasak : Travel & Food Blogger




 



Follow Me :
Steemit @kakilasak
Facebook Kaki Lasak
Instagram kaki lasak
Website : kakilasak.com
Youtube : Kaki Lasak Crew
Whatsapp +6282166076131