“Orang lain kalau mau mendaki pake baju casual, celana gunung, sepatu trekking, pake baf, kacamata hitam dan tas rangsel”.

“Lah… kami dong, pake baju pesta hahaha..”

“Kami gitu orangnya”.

Jangan di_bully_ ya geng, maklumlah kalau mamak-mamak perengge sudah bersatu, semua keinginan mereka harus diwujudkan, termasuk jalan-jalan pakai baju pesta. Kalau gak, nanti bakal gak selamat kita ya kan hehe.

Jadi ceritanya sahabat kami Fitriani Burhan dan bang Beni menikah. Acaranya di desa Bah Birong,  kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Tempatnya kurang lebih 22 km atau berkendara 45 menit dari kota Pematangsiantar, arah ke kebun teh Sidamanik. Saya dan istri satu hari sebelumnya sudah berada di rumah  mertua saya di kota Pematangsiantar. Sekalian kami mudik menjenguk orang tua. Karena ada beberapa sahabat saya dari luar kota yang akan hadir,  jadi kami sepakat menyewa mobil. Terbentuklah grup dadakan pesta lasak, yaitu saya, istri saya Indri, Fitri Sipahutar, Tiarma Situmorang, bang Wandi beserta istrinya Eka dan seorang anak lelakinya. Mumpung jarang-jarang kumpul, jadi selesai pesta kami harus jalan-jalan. Kalau urusan jalan-jalan pastinya diserahkan ke saya dong.

Mengatur sebuah perjalanan di Pematangsiantar dan sekitarnya cukup mudah ya. Secara kota ini dekat dengan danau Toba. Apalagi arah menuju danau Toba banyak tempat wisata yang bagus. Berhubung waktu kami tidak banyak, jadi saya buat perjalanan yang simpel saja. Setelah pesta nanti, kami akan langsung menuju kawasan wisata yang lumayan baru, yaitu Binahal Indah Resort atau disingkat BIR. Yuk ikuti perjalanan lasak kami.

Selamat Pengantin Baru Fitriani & Beni

Sengaja kami pergi pesta agak pagi, selain bisa berlama-lama di tempat pesta, juga bisa jalan-jalan santai tanpa di kejar waktu.  Ternyata saya baru tau kalau dresscode kali ini merah ya.. nyala.

Begitu sampai lokasi pesta, kami langsung disambut pengantin dan menyantap hidangan spesial. Acara tambah meriah dengan sumbangan dua buah lagu dari Fitri Sipahutar dan Tiarma Situmorang. Kami joget manortor khas Batak sambil pamit pulang. Selesailah acara pesta kami.

Selamat berbahagia ya Fitriani dan Bang Ben. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah.

Sesuai rencana, lepas pesta perjalanan kami lanjutkan menuju Binahal Indah Resort (BIR). Tadinya saya dan istri mau ganti baju, tetapi hasil kesepakatan bersama, kami tak perlu mengganti pakaian. Biar sajalah baju pesta, celana pesta, sepatu pesta dan tas pesta. Yang penting janji difoto nanti hasilnya bagus. Halah…

Belum jauh kami berjalan, kami melewati kebun teh Sidamanik. Mumpung lewat, kamipun berhenti sekedar mengambil beberapa gambar. Apalagi ada beberapa dari kami ternyata belum pernah ke kebun Teh Sidamanik ini. Kebun teh Sidamanik ini berada di tepi jalan. Jadi sepanjang jalan di kebun teh Sidamanik, banyak sekali tempat untuk berfoto. Jadi tinggal kita pilih saja mana lokasi yang bagus.

Sahabat lasak, sebagai info ya,  kebun teh Sidamanik ini luasnya +- 8.373 hektar di atas ketinggian 890 mdpl. Kebun teh ini merupakan peninggalan belanda yang saat ini di kelola oleh PTPN IV. Ada 3 lokasi kebun teh, yaitu Bah Butong, Tobasari dan Sidamanik itu sendiri.

Saya sering kali menyisihkan waktu untuk singgah di kebun teh Sidamanik dalam setiap perjalanan. Meskipun jalan yang dilalui berlubang-lubang, tetapi saya gak pernah bosan menikmati kesejukan kebun teh Sidamanik ini.

Baca Juga : Sosok Kepala Naga di Lhok Keutapang Cut

Binahal Indah Resort (BIR)

Puas bergaya di kebun teh Sidamanik, kami lanjut ke wisata utama yaitu Binahal Indah Resort (BIR). Sebenarnya ada beberapa jalan menuju  BIR. Jika dari Medan, sebaiknya melalui Berastagi. Jarak perjalanan dari Medan ke BIR via Berastagi ini +-105 km dengan waktu tempuh naik mobil selama +- 3 jam 45 menit. Nah, jika perjalanan dari kota Pematangsiantar via Sidamanik seperti kami, jarak dan waktu tempuh perjalanannya sejauh +-77 km dengan naik mobil selama +- 2,5 jam.

Sahabat lasak, ini kali pertama kami kemari, jadi buat kalian yang belum tau jalan, jangan khawatir karena bisa di pandu oleh aplikasi Waze atau Google Map. Mendekati lokasi, dari jalan besar kita akan berbelok ke ke jalan yang lebih kecil dan berbatu. Belokan jalan ini tidak mempunyai tanda yang jelas, yaitu hanya ada tulisan kecil arah menuju BIR. Jadi kita harus jalan berlahan melihat tanda lokasi BIR tadi. Ikuti saja jalan kecil ini sampai ke ujung.

Selamat datang di BIR, sungguh hati ini bergetar melihat keindahan danau Toba dari puncak Binahal ini. Meski hujan rintik dan kabut menyambut kedatangan kami, tetapi pesona danau Toba tetap memukau. Apalagi berlahan-lahan  kabut memudar dan pemandangan semakin indah dipandang mata. Terimakasih Tuhan, inilah danau Toba, lukisan alam kebanggaan Sumatra Utara.



Memasuki kawasan ini kita dikenakan biaya retribusi 5K perorang. Cukup murah ya jika dibandingkan dengan pamandangan danau Toba yang kita dapatkan.

Puas berkeliling dan berfoto, kami memilih tempat duduk untuk santai di sebuah selter yang ada di BIR. Di sini juga ada kantin yang menyediakan makanan dan minuman. Menu  yang tersedia adalah aneka mi dan nasi goreng, sedangkan minuman, ada teh, kopi dan bandrek. Cuaca yang sejuk membuat perut kami minta diisi lagi, padahal sudah makan gila-gilaan di pesta tadi hehe.

Baca Juga : Mi Lobster Aceh Lezatnya Rame-rame

Oiya sahabat lasak, saat kami di BIR ini, ada acara Gathering club salah satu merk motor se-Sumatra. Suasana cukup ramai. Tampak puluhan tenda berbaris menghadap danau Toba. Ada yang datang bersama keluarga dan anak-anaknya… Keren :). BIR memang cocok buat siapa saja, dari anak-anak hingga orang tua.

Mungkin dinamakan resort, karena pengelola menyediakan tenda dengan kisaran harga 45K-80K untuk para pengunjung yang ingin menginap. Seperti yang dilakukan oleh club motor ini. Bolehlah kapan-kapan datang lagi dan nyobain sensasi nginap di BIR menyambut matahari terbit.

Sahabat lasak, danau Toba memang indah dipandang mata. Banyak sekali  pilihan tempat terbaik untuk menikmati danau Toba dan BIR adalah salah satunya. Perjalanan kami dari pesta langsung nge-BIR jangan dikaitkan dengan BIR  minuman yang memabukkan ya, tetapi justru BIR yang satu ini akan membuat kita lebih bersyukur dan lebih dekat dengan Tuhan sang maha pencipta.

Sabtu, 14 Maret 2020

“Lasaklah …  sebanyak,  sebisa dan sejauh mungkin,  karena hidup bukan diam di satu tempat”

Kaki Lasak : Travel & Food Blogger




 



Follow Me :
Steemit @kakilasak
Facebook Kaki Lasak
Instagram kaki lasak
Website : kakilasak.com
Youtube : Kaki Lasak Crew
Whatsapp +6282166076131